BOJONEGORO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, memberikan pengarahan strategis dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Kepala MTsN se-Jawa Timur. Agenda yang berlangsung di BMT NU Ngasem pada Rabu (8/4) ini mengusung visi besar: “Penguatan Zona Integritas dan Kurikulum Berbasis Cinta.”

​Dalam arahannya, Bahtiar menekankan bahwa jabatan Kepala Madrasah bukanlah sekadar rutinitas pekerjaan administratif, melainkan posisi strategis untuk membawa perubahan nyata. Ia mendorong para pimpinan madrasah untuk mengasah kompetensi kewirausahaan (entrepreneurship), baik untuk kebutuhan internal maupun jangkauan eksternal satuan kerja.

​”Kepala Madrasah wajib memiliki kepekaan dalam memetakan potensi di lingkungannya. Segala peluang yang ada harus dioptimalkan demi mendongkrak kualitas pendidikan di madrasah masing-masing,” ujar Bahtiar.

 

Fokus Evaluasi dan Manajemen

​Bahtiar menjelaskan bahwa Rakorev ini merupakan momentum krusial untuk membedah empat pilar utama dalam pengelolaan madrasah, yaitu:

  1. Manajemen organisasi.
  2. Kualitas proses pembelajaran.
  3. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
  4. Ketepatan pengambilan keputusan.

​Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi tidak boleh sekadar menjadi data, melainkan harus melahirkan solusi konkret untuk perbaikan ke depan.

Filosofi Kurikulum Berbasis Cinta

​Salah satu poin menarik yang ditekankan adalah implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Menurut Bahtiar, kurikulum ini merupakan fondasi moral dalam berinteraksi di lingkungan pendidikan.

​”Inti dari Kurikulum Berbasis Cinta adalah kesetaraan. Kita semua sama, maka perlakuan pun harus adil. Rasa saling menghormati, menyayangi, dan menghargai adalah substansi utama yang harus hidup di madrasah,” pungkasnya menutup pembinaan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *