Sebanyak 300 siswa kelas VIII MTsN 1 Bojonegoro baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan edukasi luar kelas (Outing Class) yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 23 hingga 25 Januari 2026. Perjalanan literasi dan budaya ini mengambil destinasi ke dua wilayah ikonik di Jawa Tengah dan DIY, yakni dataran tinggi Dieng dan Yogyakarta.
Rombongan besar ini dilepas dengan pendampingan ketat. Selain wali kelas masing-masing dan guru pendamping, Kepala Madrasah, M. Saifuddin Yulianto, serta jajaran Komite Madrasah turut hadir mengawal jalannya kegiatan guna memastikan aspek edukasi dan keselamatan siswa terjaga dengan baik.
Menyusuri Jejak Sejarah dan Fenomena Alam
Destinasi pertama dimulai dari Negeri di Atas Awan, Dieng. Di sini, siswa diajak berinteraksi langsung dengan fenomena alam dan sejarah melalui beberapa titik:
* Pintu Langit: Menikmati panorama alam dari ketinggian.
* Kawah Dieng: Mengamati aktivitas vulkanik secara nyata sebagai implementasi pelajaran IPA.
* Gedung Pemutaran Film: Menyimak dokumenter sejarah terbentuknya dataran tinggi Dieng dan budaya masyarakat lokal.
Perjalanan berlanjut ke wilayah Yogyakarta dengan mengunjungi kemegahan Candi Prambanan. Tak hanya belajar sejarah, aspek rekreatif juga diberikan melalui kunjungan ke Pictniq Gunung Kidul yang menawarkan pemandangan pesisir yang memukau, serta diakhiri dengan wisata belanja dan budaya di kawasan Malioboro.
Lebih dari Sekadar Piknik: Apa Itu Outing Class?
M. Saifuddin Yulianto menjelaskan bahwa Outing Class bukan sekadar perjalanan wisata biasa. Secara definisi, Outing Class adalah metode belajar yang dilakukan di luar ruang kelas untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa.
Fungsi utama kegiatan ini antara lain:
* Contextual Learning: Menghubungkan teori di buku (seperti sejarah candi atau proses vulkanisme) dengan realita di lapangan.
* Penyegaran (Refreshing): Menghilangkan kejenuhan rutinitas akademik agar motivasi belajar siswa kembali meningkat.
* Kemandirian & Karakter: Melatih kemandirian, tanggung jawab, dan rasa kebersamaan antar siswa selama di perjalanan.
> “Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya membawa pulang foto-foto yang bagus, tetapi juga wawasan yang lebih luas tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia,” ujar Kepala Madrasah di sela-sela pendampingan.
Kegiatan ditutup dengan kepulangan rombongan ke Bojonegoro dalam keadaan sehat dan membawa segudang cerita edukatif yang siap dituangkan ke dalam laporan perjalanan.
Apakah Anda ingin saya mengubah gaya bahasanya menjadi lebih santai untuk media sosial, atau ingin saya buatkan draf laporan kegiatannya sekalian?